Ketegangan antara dunia hiburan dan ranah politik kembali memanas di Amerika Serikat. Kali ini, pihak manajemen dan ahli waris dari penyanyi sekaligus penulis lagu legendaris mendiang Leonard Cohen melayangkan protes keras terhadap Presiden Donald Trump terkait rencana penggunaan karya musik mereka.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari HuffPost, perwakilan hukum Leonard Cohen menyatakan secara terbuka melalui media sosial bahwa penggunaan lagu ikonis berjudul Hallelujah dalam rangkaian reli Freedom 250 di National Mall tidak memiliki izin resmi. Dari pantauan redaksi, pihak keluarga juga menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak mendukung atau menyetujui pemanfaatan lagu tersebut untuk kepentingan kampanye politik apa pun.
Menurut pengamatan tim redaksi, langkah Donald Trump memasukkan lagu Hallelujah merupakan imbas dari perombakan format acara yang sedianya berupa konser musik besar menjadi rapat umum politik. Keputusan ini diambil secara mendadak setelah sejumlah musisi ternama seperti Morris Day, Bret Michaels, Martina McBride, hingga grup The Commodores secara serentak membatalkan penampilan mereka.
Meskipun mendapat penolakan luas dari para pemilik hak cipta dan komunitas musisi, pihak penyelenggara dilaporkan tetap melanjutkan agenda acara dengan menggandeng penyanyi opera Christopher Macchio untuk membawakan lagu gubahan Leonard Cohen tersebut. Fenomena ini menambah panjang daftar perselisihan klaim hak cipta musik yang kerap melibatkan tim sukses Donald Trump dalam beberapa tahun terakhir.